Sedikitnya 300 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Jawa Tengah melakukan aksi donor darah untuk memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional."100 Tahun Kebangkitan Nasional merupakan perwujudan tekad kebangsaan untuk rela berkorban demi sesama warga," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Hadi Parbowo, di Semarang, Selasa.
Tekad yang terdorong untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, satu di antaranya meningkatkan derajat kesehatan kalangan masyarakat melalui aksi simpati yang dilakukan PNS melalui donor darah, katanya.Ia mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) saat merebut kemerdekaan telah memberikan pertolongan kemanusiaan kepada korban perang dan masyarakat yang menderita karena adanya penjajahan.
"PMI memiliki jiwa, semangat kemanusiaan, dan sosial tinggi untuk meringankan penderitaan sesama manusia tanpa membedakan ras, agama, bangsa, bahasa, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik," katanya.Aksi donor darah ini, katanya, diharapkan dapat membangkitkan dan mendorong kepedulian kalangan masyarakat luas untuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Ketersediaan darah bagi transfusi darah merupakan faktor kebutuhan vital dan penting bagi kehidupan seseorang. Setetes darah adalah nyawa bagi penderita.
Ia mengatakan, PMI sebagai lembaga kemanusiaan mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan dalam bidang kesehatan yang berbasis masyarakat, termasuk pengelolaan transfusi darah secara profesional.Dengan tersedianya aset darah di PMI, katanya, diharapkan kebutuhan transfusi darah bagi kesehatan dapat terpneuhi sehingga tidak terjadi manusia meninggal sia-sia yang disebabkan kekurangan darah."Namun, saya mengingatkan tanpa ada kemauan dan kerelaan masyarakat untuk melakukan donor darah, PMI tak dapat berbuat banyak dalam mengemban misi kemanusiaan, khususnya dalam mendukung kegiatan transfusi darah. Itulah sebabnya dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara PMI dan elemen masyarakat," katanya.
Ia meminta hikmah 100 Tahun Kebangkitan Nasional dijadikan pendorong untuk membudayakan kegiatan donor darah sebagai aksi kemanusiaan bagi terbangunnya kesehatan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).Hadi mengimbau setiap warga negara yang secara medis memungkinkan untuk menyumbangkan darahnya diharapkan bersedia menjadi pendonor darah sebagai bagian dari kepedulian dan kesetiakawanan sesama.
(ANTARA,13 Mei 2008)
Sabtu, 31 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar