Secara logis, semakin tinggi tingkat hidup dan kelas sosial seseorang, ia akan menyerap energi semakin banyak. Artinya, dibandingkan rakyat kebanyakan, maka para pejabat dan kelas menengah keatas relatif lebih boros dalam mengkonsumsi energi.Sebagai contoh, pekerja kantoran mengkonsumsi banyak energi listrik dari AC dan peralatan elektronik lainnya. Semakin tinggi eselon pejabat, kapasitas mobil dinasnya semakin besar dan boros energi.Bila ada pernyataan bahwa rakyat kita boros energi, dari mana logikanya? Boros energi yang dinyatakan oleh Presiden tampaknya mengacu pada data elastisitas energi dari BP Migas.
more>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar